6 Cara Menggunakan Humidifier Secara Tepat

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Manfaat humidifier bagi kesehatan tubuh sudah tidak lagi diragukan kebenarannya.

Humidifier merupakan alat yang mampu menambah kadar kelembapan udara pada suatu ruangan. Kelembapan udara yang baik tersebut dapat mengatasi kekeringan yang bisa menjadi penyebab kulit iritasi hingga penyakit lainnya.

Cara menggunakan humidifier

manfaat humidifier

Sebelum mempelajari cara menggunakan humidifier, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu kebutuhanmu sehingga dapat membeli humidifier yang tepat.

1. Mempersiapkan humidifier yang tepat

Pastikan humidifier yang kamu pilih telah sesuai dengan kebutuhan, budget yang kamu punya, serta ukuran ruangan yang akan digunakan.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa jenis humidifier yang mudah ditemukan di pasaran:

  • Humidifier sentral. Merupakan humidifier yang dapat melempabkan seluruh ruangan, sehingga harganya pun termasuk yang paling mahal diantara humidifier lain. Jenis humidifier ini dibangun dalam sistem pemanas dan pendingin rumah (AC).
  • Evaporator. Jenis humidifier ini memanfaatkan kipas dan filter untuk melembapkan udara di satu ruangan tertentu saja. Evaporator dinilai terlalu banyak menghasilkan uap air sehingga sedikit tidak tepat dipilih bagi mereka penderita asma.
  • Humidifier impeler. Alat pelembap udara jenis ini bekerja dengan melepaskan kabut yang sejuk ke udara dengan bantuan cakram yang berputar secara cepat.
  • Humidifier ultrasonik. Jenis pelembap udara satu ini biasanya tersedia dalam variasi dingin dan hangat. Ia bekerja dengan mengeluarkan kabut melalui bantuan getaran ultrasonik.
  • Alat penguap. Jenis humidifier ini bekerja dengan memanaskan air dan kemudian mendinginkannya. Humidifier ini menggunakan listrik untuk menghasilkan uapnya.

Baca Juga: Beragam Manfaat Humidifier untuk Kesehatan Manusia Hingga Tanaman Hias

2. Membaca buku panduan humidifier

Beragam jenis humidifier hadir dengan fungsi dan cara penggunaannya masing-masing.

Pastikan kamu memilih humidifier yang menyediakan buku panduan cara pemasangan, penggunaan hingga perawatannya.

Bacalah dengan seksama setiap tata cara dan langkah yang diperlukan dalam menggunakan humidifier agar dapat bekerja secara optimal.

3. Membilas reservoir air

Bersihkan reservoir air dengan sabun dan air sebelum digunakan. Hal tersebut dibutuhkan agar setiap kotoran atau residu berbahaya dari proses produksi humidifier dapat hilang.

4. Menambahkan air ke dalam reservoir

Isi reservoir dengan air distilasi hingga mencapai garis ketinggian air yang diminta.

Hal itu dinilai lebih baik dibanding mengisinya dengan air keran karena air distilasi bebas dari segala zat berbahaya yang biasanya terkandung pada air keran.

5. Letakkan humidifier di tempat tinggi

Selain meletakkanya di tempat yang tinggi, pastikan juga posisi humidifier tidak terlalu dekat dengan dinding dan furnitur rumah lainnya. Hal itu untuk mencegah kelembapan yang terjadi dan justru merusak benda-benda lainnya.

6. Mengatur kelembapan humidifier

Kadar kelembapan yang disarankan dalam menggunakan humidifier pada suatu ruangan biasanya berada di kisaran 30-50%.

Kamu dapat menambahkan bahan lain seperti minyak esensial ke kabut. Namun, pastikan terlebih dahulu apakah humidifier yang kamu punya dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan tersebut.

Humidifier harus dibersihkan setidaknya 2 kali dalam seminggu demi mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Air dan sabun dapat kamu gunakan untuk membersihkan bagian reservoirnya.

Baca Juga: Langkah Mudah Cegah Kuman dan Bakteri Penyebab Penyakit

Nikmati hasil laundry terbaik di D-Laundry dengan manfaatnya yang dapat dirasakan sekarang, di sini.

Beragam Manfaat Humidifier untuk Kesehatan Manusia Hingga Tanaman Hias

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Humidifier merupakan suatu alat yang memiliki segudang manfaat. Manfaat yang paling sering diketahui oleh banyak orang yaitu kemampuannya untuk melembapkan udara dengan baik.

Alat ini bekerja dengan mengeluarkan uap air dan menyebarkannya ke seluruh penjuru ruangan.

Uap air tersebut berfungsi untuk mencegah udara yang terlalu kering yang dapat memberikan iritasi pada kulit, hidung, mata, dan bagian tubuh lainnya.

Namun, tahukan kamu manfaat lainnya dari alat ini?

Manfaat humidifier

fungsi humidifier

Humidifier sangat tepat digunakan bagi kamu yang sering menyalakan AC dan membuat udara di ruangan menjadi terasa kering sehingga perlu cara untuk melembapkannya.

Memang, apa bahanyanya udara yang terlalu kering bagi kesehatan? Wah, banyak sekali!

Oleh karena itu, yuk coba simak beberapa manfaat humidifier dalam mencegah beberapa masalah kesehatan di bawah ini:

1. Mencegah kulit dan bibir kering hingga iritasi

Sering mengalami kulit dan bibir yang kering jika terlalu lama berada di ruangan ber-AC? Nah, itu tandanya ruanganmu sudah membutuhkan pelembap udara.

Kulit dan bibir yang kering dapat memberikan rasa gatal dan perih yang pastinya membuat kita tidak nyaman dalam menjalani aktivitas. Gunakan humidifier untuk membantu mengatasi gejala-gejala tersebut, ya.

2. Meringankan gejala flu, alergi hingga asma

Orang yang sedang sakit flu akan membutuhkan udara yang lembap untuk membantunya bernapas dengan lebih baik. Oleh karenanya, humidifier dapat dipilih menjadi opsi terbaik dalam membantu mereka yang memiliki gejala flu tersebut.

Alergi dan asma yang dialami oleh seseorang pun dapat diatasi dengan hadirnya humidifier. Pasalnya, humidifier dapat membatasi berkembangnya bakteri dan virus di udara penyebab masalah pernapasan.

Dilansir dari Mayo Clinic, bagi penderita asma sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan alat ini. Hal itu karena penggunaan humidifier yang berlebihan justru dapat memperburuk gejala asma mereka.

Baca Juga: 4 Macam Desinfektan yang Aman untuk Membunuh Virus dan Bakteri

3. Menjaga kulit kepala dan rambut lebih sehat

Rambut yang kering dan rapuh dapat membuat seseorang mengalami kerontokan hingga membuat rambutnya menjadi semakin tipis.

Kerontokan pada rambut tersebut bisa disebabkan oleh udara kering yang berlebihan dengan gejala kulit kepala gatal dan iritasi pada awalnya.

Oleh karena itu, sama seperti kulit pada tubuh kita, kulit kepala dan rambut perlu menerima kelembapan yang sempurna untuk bisa tumbuh dengan sehat.

4. Mencegah penularan penyakit

Sebuat studi telah membuktikan bahwa virus penyakit, seperti virus influenza lebih mampu bertahan hidup di tempat dengan tingkat kelembapan udara yang rendah, alias udara yang kering.

Kehadiran humidifier pada ruangan pun akhirnya dapat membantu menghambat berkembangnya virus untuk hidup lebih lama, sehingga penyakit seperti flu dapat dicegah dengan baik.

5. Membuat tanaman hias lebih sehat

Selain bermanfaat untuk manusia, humidifier juga mampu memberikan kesempatan untuk tanaman hias yang berada di dalam ruangan menjadi lebih sehat lho!

Pasalnya, tanaman hias yang berada di dalam ruangan tidak menerima udara yang sama dengan tanaman di luar ruangan, sehingga dapat dibantu dengan pemakaian humidifier.

Baca Juga: Langkah Mudah Cegah Kuman dan Bakteri Penyebab Penyakit

Nikmati manfaat terbaik pelayanan laundry on demand di D-Laundry. Cobain sekarang, di sini.

Cara Merawat Kemeja Flanel: Mencuci, Mengeringkan Hingga Menyetrikanya

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Siapa yang tidak tau kemeja flanel? Pastinya tidak ada, kan?

Nah, kemeja flanel adalah salah satu pakaian yang populer dan banyak digunakan di kalangan remaja. Jenis kemeja satu ini identik dengan permukaan kainnya yang sedikit berbulu.

Awalnya, kemeja ini lebih sering digunakan oleh kaum laki-laki, namun seiring berjalannya waktu, kaum perempuan pun juga bisa tampil kece lho ketika menggunakannya.

Cara merawat kemeja flanel

merawat kemeja flanel

Awalnya, kemeja flanel digunakan ketika musim dingin karena bahan wol yang menjadi bahan utama dalam membentuknya. Namun, kini ia dapat pula digunakan pada situasi cuaca apapun.

Hal itu karena seiring berjalannya waktu, kemeja flanel mengalami inovasi melalui proses pembuatan terbaru dengan menggunakan serat kapas, sutra hingga sintetis.

Karakteristik permukaan kainnya yang khas menjadikannya perlu melalui proses perawatan khusus, mulai dari mencuci hingga menyetrikanya.

Lalu, bagaimana ya cara merawat kemeja flanel?

Cara mencuci kemeja flanel

Berikut beberapa cara dan tips yang bisa diikuti dalam mencuci kemeja flanel:

  • Pisahkan kemeja flanel dengan pakaian lain demi menghindari lunturnya warna pada kemeja.
  • Hindari mencuci kemeja flanel menggunakan mesin cuci. Pasalnya, mesin cuci dapat merusak serat kain kemeja. Namun, jika tetap ingin menggunakan mesin cuci, pilih pengaturan pencucian dengan putaran soft.
  • Rendam kemeja flanel selama sekitar 15 menit dengan air dingin yang telah dicampur dengan deterjen yang mampu melembutkan pakaian. Jangan gunakan deterjen yang mengandung pemutih.
  • Kucek kemeja flanel secara perlahan.
  • Bilas flanel yang telah dikucek dengan air dingin yang baru dan bersih hingga sisa sabun deterjen hilang.

Baca Juga: 3 Cara Mencuci Pakaian dengan Tangan yang Lebih Mudah dan Tetap Bersih

Cara mengeringkan kemeja flanel

Sebenarnya, kemeja flanel lebih baik dikeringkan dengan cara manual. Namun, jika kamu ingin menggunakan pengering pada mesin cuci, usahakan untuk memilih pengaturan low heat.

Jika menggunakan cara manual, keringkan bagian dalam kemeja flanel di tempat yang tidak terlalu panas. Tempat yang teduh namun tetap terkena sinar matahari dalam mengeringkan flanel dibutuhkan demi mencegahnya dari kerusakan.

Baca Juga: Tips Jemur Baju yang Belum Banyak Diketahui

Cara menyetrika kemaja flanel

Sama halnya seperti cara menjemur, kemeja flanel sebaiknya disetrika mulai dari bagian dalamnya. Hal itu dibutuhkan agar kemeja bagian luar dapat tetap terjaga kualitasnya dan terhindar dari kepudaran warna serta serat bulunya yang terburai.

Kamu tidak punya waktu untuk mencuci kemeja-kemeja flanelmu? Nah, cobain jasa laundry di D-Laundry aja yuk!

Dapatkan hasil pencucian yang optimal pada kemeja flanel kesayanganmu sekarang, di sini.

Kenali 9 Jenis Kain yang Umum Digunakan dalam Membuat Celana

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Celana merupakan jenis pakaian yang membalut kaki dan hadir dalam bentuk yang pendek dan panjang hingga menutupi mata kaki.

Pemilihan celana yang tepat dalam berpenampilan pun dapat memberikan kesan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Celana yang berkualitas baik tidak hanya dilihat dari harganya yang mahal dan warnanya yang bagus, namun lebih diutamakan pada kualitas kain yang digunakan.

Jenis jenis kain celana

jenis kain celana

Perpaduan yang tepat antara kain yang digunakan dalam membuat celana bukan hanya memberikan kesan baik bagi pemakainya, namun juga rasa nyaman dalam waktu yang lama.

Lalu, apa saja jenis jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat celana?

1. Kain Katun

Jenis kain ini dapat sering kamu temui dalam bentuk celana santai hingga semi-formal.

Karakteristik kain katun sangat pas digunakan dalam membuat celana, karena ia terasa dingin ketika digunakan serta mampu menyerap keringat dengan baik.

2. Kain Denim

Celana dengan kain denim merupakan celana yang paling sering digunakan dari berbagai kalangan umur. Hal itu karena celana denim atau yang lebih dikenal dengan jeans dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis baju.

3. Kain Corduroy

Sekilas, celana dengan kain corduroy ini hampir mirip dengan celana denim, namun jika dilihat dan dirasakan dari dekat, kain corduroy memiliki garis-garis pada permukaan kainnya.

Perlu diingat, serat dari kain corduroy dapat rusak jika celana ini sering dicuci.

4. Kain Polyester

Kain ini dapat dibentuk menjadi berbagai model celana dengan berbagai situasi yang dibutuhkan, mulai dari situasi formal hingga casual.

Karakteristik dari celana yang dibuat dari kain polyester adalah pada kemampuannya yang mampu menyerap keringat dengan baik dan mudah kering setelah dicuci.

Baca Juga: Cara dan Tips Mengukur Celana dengan Mudah dengan Praktis

5. Kain Drill

Jenis kain ini biasa terbuat dari bahan polyester atau bahan katun. Bahan dari kain drill memiliki tekstur yang tebal, kain yang kuat, dan tidak elastis.

Sama seperti celana dengan bahan polyester, celana dengan bahan drill dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

6. Kain Kanvas

Kanvas biasa digunakan sebagai bahan dalam membentuk celana untuk kebutuhan aktivitas outdoor.

Hal itu karena celana dengan bahan kanvas memiliki tekstur bahan yang tebal dan mampu melindungi kaki dari segala goresan, seperti batu dan ranting.

7. Kain Ripstop

Sama halnya seperti kain kanvas, celana dengan kain ripstop juga biasa digunakan untuk aktivitas outdoor.

Jenis kain ini memiliki sifat kedap udara, kedap air, dan fire resistant sehingga tidak akan mudah rusak dan terbakar.

8. Kain Spandek

Celana dengan bahan spandek dapat kamu sering temukan dalam bentuk celana renang. Hal itu karena ia memiliki karakteristik bahan yang elastis dan mudah kering dengan cepat.

Namun, dalam membuat celana dengan bahan spandek, kamu perlu mengombinasikannya dengan bahan lain, seperti polyester.

9. Kain Jersey

Sama seperti kain spandek, kain jersey juga digunakan dalam membuat celana olahraga.

Jenis kain ini memiliki karakteristik yang lebih tebal dan harga yang lebih mahal dari kain spandek.

Baca Juga: Beragam Keunikan Pada Model Celana Wanita

Rasakan kualitas hasil pencucian terbaik di D-Laundry yang bisa kamu nikmati sekarang, di sini!

7 Jenis Kain Katun dengan Perbedaan yang Paling Mencolok

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Kain katun yang dapat dengan mudah kita temui di pasaran ternyata memiliki beragam jenis, lho! Jenis jenis kain katun pun dibagi sesuai dengan teknik tenun dan kualitas serat kapasnya.

Kemampuan kain katun untuk bisa beradaptasi dalam cuaca apapun menjadikannya populer dan cocok digunakan di negara degan iklim tropis, seperti Indonesia.

Kemudian, apa saja ya jenis-jenisnya?

Jenis jenis kain katun

asal-usul bahan katun dan cara merawatnya

Variannya yang banyak pasalnya perlu diketahui secara tepat, apalagi bagi kamu yang berencana untuk membelinya.

Pastikan kamu memilih jenis katun yang sesuai dengan kebutuhan, ya. Yuk, simak lebih jelasnya beberapa jenisnya di bawah ini:

1. Kain katun jepang

Katun yang dibuat langsung dari pabrik tekstil di Jepang ini merupakan kain katun yang terbuat dari 100% bahan organik.

Kain katun jepang memiliki ciri khas tekstur yang halus, tidak berbulu, dan mampu menyerap keringat dengan sangat baik.

2. Kain katun rayon

Jenis kain katun ini merupakan perpaduan antara serat kapas dan rayon. Ia hadir dengan karakteristik warna yang berkilau, tekstur bahan licin, dan kainnya yang mudah kusut.

Kamu dapat memilih kain katun rayon jika ingin memiliki pakaian yang sejuk ketika digunakan dan mampu menyerap keringat dengan baik.

Baca Juga: Bahan Katun Juga Butuh Perawatan Lho!

3. Kain katun paris

Hampir sejenis dengan karakteristik pada kain katun rayon, kain katun paris pun memiliki ciri khas kain yang mengkilap.

Perbedaannya adalah, kain katun ini lebih tipis, namun tetap memiliki serat kain yang kuat.

4. Kain katun ima

Jika kamu mencari kain katun dengan serat kain yang rapat namun tidak membuat gerah ketika digunakan, kain katun ima dapat menjadi pilihan terbaik.

Ciri khas yang paling mencolok pun dari kain katun ini adalah dengan adanya garis-garis kecil yang berasal dari benang slub. Setiap garisnya memiliki warna yang senada dengan warna kain, sehingga memberikan motif elegan ketika digunakan.

5. Kain katun toyobo

Berbeda dengan kain katun lainnya, kain katun toyobo memiliki karakteristik kain yang lebih tebal, lebih jatuh dan terlihat glossy.

Kamu tidak perlu khawatir jika menjadikan bahan kain katun ini sebagai pakaian muslimah, karena kainnya yang tebal dan tidak transparan namun tetap mampu memberikan kesan sejuk ketika digunakan.

6. Kain katun chambray

Katun chambray memiliki perbedaan yang khas dengan kain katun lainnya. Pasalnya, jenis katun ini memiliki tampilan layaknya bahan denim.

Namun, ia memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut yang berasal dari serat kapas alami sebagai kandungan utamanya.

Jika kamu ingin memiliki pakaian dengan bahan layaknya bahan denim namun tetap memberikan kesan sejuk ketika digunakan dan harga yang terjangkau, kamu dapat memilih katun chambray sebagai solusinya.

7. Kain katun flanel

Kamu tau kemeja flanel yang sempat populer dan hingga kini masih menjadi pakaian yang paling banyak dimiliki oleh setiap orang? Nah, bahannya terbuat dari katun flanel, lho!

Kemeja flanel yang memiliki ciri khas berbulu di atas permukaan kainnya didapat dari proses penyikatan ketika ia dibuat.

Baca Juga: 5 Jenis Bahan Adem dan Sejuk untuk Dijadikan Baju

Nikmati hasil mencuci yang lebih optimal pada setiap pakaian dengan bahan katun kesayanganmu di D-Laundry yuk! Cobain sekarang, di sini.

6 Cara Menyetrika Jas dengan Tepat

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Jas sebagai pakaian formal yang hanya kita gunakan ketika situasi tertentu perlu mendapatkan perhatian khusus dalam perawatannya, khususnya pada cara menyetrika jas.

Harganya yang tidak murah tentu perlu dijaga pula kualitasnya dengan mencegahnya dari segala kerusakan, bukan?

Nah, selain cara pencucian yang berbeda dengan pakaian lain, jas juga perlu disetrika dan disimpan dengan teknik khusus lho!

Cara menyetrika jas

menyetrika jas

Meskipun terlihat seperti pakaian pada umumnya, nyatanya jas tidak bisa kamu setrika dengan cara biasa lho!

Yuk, simak selengkapnya mengenai cara menyetrika jas yang baik dan benar di bawah ini demi menambah pemahaman untuk bisa mencegah kerusakan pada jas kesayangan.

1. Pastikan jas sudah bersih dan kering

Menyetrika jas yang masih kotor dan lembap merupakan usaha yang sia-sia. Oleh karenanya, pastikan jasmu telah bersih dari noda dan kering sempurna sebelum menyetrikanya.

Jas yang masih basah atau lembap dan kemudian disetrika, justru dapat merusak tekstur kain secara permanen.

2. Bersihkan alat setrika

Sebelum menempelkan mesin setrika pada jas, pastikan bahwa bagian aluminium dari mesin telah bersih dari segala kotoran dan noda. Kotoran dan noda yang nantinya ikuti menempel pada jas, dapat merusak warna jas.

3. Gunakan kain bersih

Penggunaan kain bersih dalam menyetrika jas dikhususkan untuk jas berbahan wol dan katun. Pasalnya, jas dengan bahan wol dan katun yang disetrika secara langsung dapat meninggalkan endapan.

Baca Juga: Mudahnya Cara Mencuci Jas di Rumah

4. Atur suhu panas setrika

Mengatur suhu panas mesin ketika menyetrika jas harus disesuaikan dengan bahan jasnya. Periksa terlebih dahulu jenis bahan jasmu pada label bagian belakang jas.

Jas dengan bahan wol dapat kamu setrika dengan suhu yang rendah hingga medium, sedangkan untuk bahan katun dan linen kamu bisa mengatur pada suhu tinggi. Kemudian, gunakan suhu paling rendah jika bahan jasmu adalah kain sintesis.

5. Menggunakan metode pressing

Jika dalam menyetrika pakaian biasa kamu dapat menggeser setrika dari ujung ke ujung, kini coba hindari cara tersebut ketika akan menyetrika jas.

Gunakanlah metode pressing atau dengan menekan setrikaan di setiap bagian satu persatu dengan dialas kain bersih atau saputangan. Metode ini dapat mencegah tertinggalnya noda pada jas ketika menggunakan metode menyetrika biasa.

6. Menyetrika bagian-bagian jas

Berikut beberapa langkah dan cara yang dapat diikuti dalam menyetrika setiap bagian jas dengan tepat:

  • Bagian punggung. Bagian belakang ini perlu kamu setrika terlebih dahulu. Gunakan metode pressing dalam melicinkan bagian belakang jas ini.
  • Setrika bagian depan dan bagian lengan. Gunakan pula metode yang sama dalam menyetrika bagian depan jas. Tidak perlu menekannya terlalu keras.
  • Bagian saku jas. Keluarkan kain bagian saku jas, dan kemudian setrika dengan metode yang sama pada langkah sebelumnya.
  • Bagian kerah. Kamu dapat menyetrika bagian ini pada langkah terakhir dengan melipatnya secara sempurna sebelum disetrika dengan metode pressing.

Baca Juga: Ikuti Secara Tepat Langkah Menyetrika Baju Agar Licin Sempurna

Ingin jasmu dapat lebih bersih dan licin sempurna? Nah, cuci dan setrika di D-Laundry aja yuk!

Nikmati segala manfaat terbaiknya sekarang di sini.

Ini Lho Jenis Bahan Kaos yang Menyerap Keringat dengan Baik

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Bahan kaos yang menyerap keringat dengan baik biasanya dibuat dari bahan dasar cotton, seperti cotton carded atau cotton combed.

Pakaian dengan bahan polyester pun juga mampu menyerap keringat dengan baik, asal dikombinasikan dengan bahan Chief Value Cotton.

Oleh karena itu, cotton sangat penting digunakan sebagai bahan kaos untuk keperluan daya serap keringat yang lebih baik.

Bahan kaos yang menyerap keringat dengan baik

kaos yang menyerap keringat

Pakaian yang dibuat dengan bahan dasar cotton biasanya merupakan jenis pakaian yang berkualitas tinggi. Pasalnya, bahan cotton memiliki kemampuan daya serap yang baik, sehingga dapat memberikan kenyamanan yang optimal bagi pemakainya.

Berikut beberapa jenis bahan kaos yang menyerap keringat mulai dari cotton hingga bahan campuran lainnya, diantaranya yaitu:

1. Cotton Combed

Jenis bahan satu ini merupakan bahan yang mampu menyerap keringat dengan sangat baik. Hal itu karena cotton combed dibuat dengan 100% kandungan kapas di dalamnya.

Kaos dengan bahan cotton biasanya dibedakan dalam bentuk cotton combed 20s atau cotton combed 30s, dan sebagainya. Perbedaannya akan kamu temukan pada ketebalan bahannya serta gramasi kainnya.

2. Cotton Carded

Kaos yang dibuat dengan bahan cotton carded memiliki daya serap yang tidak kalah baik dari kaos cotton combed.

Namun, antara bahan cotton carded ini dengan cotton combed tetap memiliki sedikit perbedaan, khususnya dari segi kualitas.

Jika kamu ingin membeli kaos dengan bahan katun namun dengan harga yang lebih terjangkau, kamu dapat memilih kaos dengan bahan satu ini sebagai pilihan terbaik.

Baca Juga: 5 Macam Jenis Kaos Serta Tips Memilihnya

3. Bamboo Cotton

Jenis cotton ini dibuat dari 30% serat katun dan 70% serat bambu. Kaos dengan bahan ini memiliki kemampuan daya serap air yang cepat.

Selain mampu menyerap keringat dengan baik dan cepat, kaos dengan serat bamboo cotton sangat cocok untuk kamu yang memiliki kulit sensitif. Pasalnya, bahan ini mempunyai kemampuan anti bakteri untuk mencegah gatal dan iritasi pada kulit.

4. Cotton Modal

Kaos dengan bahan satu ini memiliki tekstur kain yang sangat lembut sehingga terasa sejuk dan ringan ketika digunakan. Kelembutannya didapat dari campuran 50% serat cotton dan 50% serat beechwood.

Hampir sama dengan bahan cotton bamboo, bahan katun satu ini juga memiliki fungsi anti bakteri dan tambahan anti bau. Oleh karena itu, kaos dengan bahan cotton modal merupakan salah satu jenis kaos yang berkualitas tinggi.

Baca Juga: Kesederhanaan dalam Perawatan Bahan Cotton

Yuk, maksimalkan perawatan kaos kesayanganmu di D-Laundry! Dapatkan kualitas bahan yang tetap terjaga dengan baik sekarang, di sini.

5 Macam Jenis Kaos Serta Tips Memilihnya

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Siapa yang tidak punya kaos di lemarinya? Sudah pasti semuanya punya, kan?

Nah, pasalnya, kaos adalah jenis pakaian yang nyaman digunakan kapan saja, mulai dari untuk bersantai di rumah sampai pergi bermain bersama teman-teman.

Meskipun tidak bisa digunakan untuk berbagai situasi, misalnya saja, kegiatan formal, namun kaos tetap dapat dikombinasikan dengan pakaian formal lainnya. Kaos yang dibalut dengan blazer pun akan berubah menjadi setelan formal yang oke banget!

Macam macam jenis kaos

Pada awal kehadirannya, kaos tidak memiliki variasi tertentu. Namun, kini kita bisa menemukannya dalam beragam bentuk dan jenis.

Wah, seperti apa saja ya macam macam jenis kaos tersebut?

1. Kaos O-Neck

kaos o-neck

Sesuai dengan namanya, jenis kaos ini memiliki bentuk leher seperti huruf O atau bulat.

Jenis kaos satu ini adalah model kaos yang paling pertama hadir. Banyak pula yang mengenal kaos ini dengan istilah kaos polos biasa.

2. Kaos V-Neck

kaos v-neck

Merupakan jenis kaos dengan bentuk huruf V pada bagian lehernya.

Model kaos ini memang lebih sering digunakan oleh wanita, namun laki-laki pun gak akan kalah kece lho jika menggunakan model kaos ini!

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Jenis Kaos Cotton Combed 20, 24, 30 dan 40

3. Kaos Y-Neck

macam macam jenis kaos y-neck

Jenis kaos ini dikenal juga dengan istilah Henley. Pada bagian lehernya, kaos ini membentuk seperti huruf Y dan dilengkapi dengan beberapa kancing di garis bagian bawahnya.

Model ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk kamu yang ingin berpergian ke acara semiformal, namun ingin tetap menggunakan kaos.

4. Kaos Polo

kaos polo

Nah, jenis kaos satu ini juga cocok lho untuk digunakan ke acara semiformal.

Pasalnya, kaos ini dilengkapi dengan tampilan kerah pada bagian lehernya. Kamu tetap bisa tampil sopan meski menggunakan kaos.

5. Kaos Turtleneck

kaos turtleneck

Jenis kaos satu ini sangat cocok digunakan untuk kamu yang berhijab. Pasalnya, kaos ini memiliki kerah yang panjang ke atas dan mampu menutup bagian lehermu.

Kamu bisa tampil lebih elegan lho dengan menggunakan model kaos satu ini.

Tips memilih kaos yang nyaman

Terdapat beberapa tips yang dapat diikuti dalam memilih kaos yang nyaman dan berkualitas. Salah sedikit, bukan kenyamanan yang didapat justruk rasa gerah yang dirasa.

Yuk, simak tips selengkapnya di sini!

Bahan kaos

Pilihlah bahan kaos, seperti cotton combed, cotton bamboo, atau cotton modal. Jenis bahan tersebut dapat menyerap udara dengan baik.

Ukuran kaos

Pastikan kamu mengetahui ukuran baju yang tepat untuk tubuhmu sebelum membeli kaos.

Kaos yang nyaman digunakan adalah kaos dengan sambungan bahu yang pas di sudut bahu, lengan yang pas berada di atas siku, dan bagian bawah yang menutupi pinggang.

Baca Juga: Tips Membeli Baju Sablon: Kenali Jenis Sablon-nya

Beri perawatan terbaik untuk kaos kesayangamu dengan mencucinya di D-Laundry, yuk! Nikmati manfaatnya sekarang, di sini.

Karakteristik dan Ciri Bahan Polyester

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Polyester merupakan jenis kain dengan serat polyester dan dibuat menggunakan senyawa kimia yang dikombinasikan bersama polyethylene terephathalate (PET).

Ciri bahan polyester dan karakteristik utamanya yang paling melekat adalah kainnya yang tetap rapi dalam waktu yang lama bahkan tanpa perlu disetrika.

Ciri lain dari bahan polyester

karakteristik bahan polyester

Selain ciri khasnya yang dapat menjaga kerapian kain dalam waktu lama, kamu juga perlu tau ciri bahan polyester lainnya. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

1. Tidak mudah berkerut

Ciri khas satu ini membuat kain polyester dapat menjadi pilihan terbaik sebagai bahan dasar kaus.

Hal itu karena meski baju dengan bahan polyester digunakan berkali-kali, ia tidak akan mudah kusut dan akan tetap terlihat rapih.

2. Tahan lama

Ingin memiliki baju yang awet dan dapat digunakan dalam waktu yang lama? Nah, baju dengan bahan dasar polyester dapat menjadi pilihannya.

Pasalnya, pakaian dengan bahan dasar polyester memiliki jenis serat yang terbilang tahan lama jika dibandingkan dengan jenis bahan lainnya.

3. Mampu menahan panas tubuh

Serat yang kuat pada polyester membuatnya mampu menyimpan panas dengan baik.

Kemampuan tersebut menjadikan bahan polyester sering digunakan sebagai bahan dasar pada pakaian musim dingin.

4. Cepat kering

Berkaitan dengan ciri khas sebelumnya, alasan lain polyester dipilih menjadi bahan dasar pakaian musim dingin adalah kemampuan hidrofobik (cepat kering) yang juga dimilikinya.

Baca Juga: Cara Mencuci Pakaian Bahan Polyester dengan Mudah

Kekurangan bahan polyester

Jika sebelumnya kita sudah mengenal beberapa keunggulan dari bahan polyester, kini kamu juga perlu mengetahui beberapa kekurangannya. Beberapa diantaranya, yaitu:

1. Tekstur tidak lembut

Kaus dengan bahan dasar polyester terbilang memiliki tekstur yang kurang lembut. Tekstur tersebut akan begitu terasa tidak nyaman untuk kamu yang memiliki kulit sensitif.

2. Menimbulkan iritasi

Pada beberapa orang, pakaian dengan bahan polyester dapat menimbulkan iritasi seperti gatal-galat. Hal itu karena polyester dibuat dengan menggunakan bahan kimiawi.

3. Sirkulasi udara kurang baik

Seratnya yang kuat ternyata bisa menjadi salah satu kekurangan pada bahan polyester. Pasalnya, hal itu dapat membuat kain menjadi tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.

4. Mudah terbakar

Bahan polyester yang sensitif terhadap suhu perlu disimpan jauh dari peralatan bermuatan listrik. Hal itu karena pakaian dengan bahan polyester mampu terbakar dengan mudah dan menyebarkan api dengan cepat.

Baca Juga: Mengenal Beragam Jenis Benang Berdasarkan Seratnya

Yuk, cuci pakaian bahan polyester kesayanganmu di D-Laundry! Nikmati segala manfaat terbaiknya sekarang, di sini.

Mengenal Ciri Ciri Bahan Spandek dan Tips Perawatannya

Last updated on: Published by: Agina Naomi 0

Bahan spandek yang dikenal juga dengan istilah elastane ini memiliki elastisitas mencapai 5 kali dari ukuran asli. Jenis bahan elastis ini dibuat dari polimer sintetis.

Karakteristik yang sangat kuat dan fleksibel dari bahan spandek membuatnya mampu menjadi pengganti bahan karet. Bahan spandek dapat dibentuk menjadi baju renang, celana legging, tank top, sarung tangan dan sabuk ikat pinggang.

Meskipun spandek dinilai sangat kuat, bahan ini tetap tidak mampu berdiri sendiri jika dibuat menjadi suatu pakaian, oleh karenanya ia perlu dikombinasikan dengan serat lain.

Yuk, simak lebih lengkapnya mengenai ciri ciri bahan spandek di sini.

Ciri ciri bahan spandek

jenis bahan spandek

Sama halnya seperti bahan kain lainnya, bahan spandek pun memiliki karakteristik dan ciri khasnya sendiri. Beberapa ciri ciri bahan spandek yang menjadi keunggulannya, diantaranya yaitu:

  1. Bersifat licin, sehingga nyaman ketika digunakan.
  2. Meskipun begitu elastis, bahan spandek tidak akan rusak karena tetap mampu mempertahankan ukuran aslinya.
  3. Bahan spandek yang berukuran tipis lebih awet jika dibandingkan dengan jenis bahan katun biasa.
  4. Meskipun pakaian yang dibuat dari bahan spandek terbilang lebih ketat, namun ia tidak akan membatasi ruang gerak penggunanya.
  5. Dapat menyesuaikan bentuk tubuh penggunanya.
  6. Tidak mudah berkerut sehingga dapat disimpan tanpa harus disetrika.
  7. Ketahanan warna yang tinggi.
  8. Tahan terhadap sinar ultraviolet.

Baca Juga: Karakteristik Bahan Rayon, Jenis serta Cara Merawatnya

Selain keunggulan, bahan spandek pun tak lepas dari segi kekurangannya. Apa saja?

  1. Kemampuan menyerap keringat yang kurang baik.
  2. Sensitif terhadap panas, sehingga perlu menghindari penggunakan air panas, mesin pengering, dah suhu setrikaan yang tinggi.
  3. Terlalu menonjolkan bentuk tubuh penggunanya.

Tips merawat bahan spandek

Dengan mengetahui beberapa kekurangan dari bahan spandek di atas, kini kamu telah memiliki sedikit gambaran mengenai cara perawatan bahan spandek, bukan?

Nah, kamu bisa ikuti tips lainnya ini demi menjaga bahan spandek agar tetap awet dan terhindar dari kerusakan:

  1. Rendam pakaian berbahan spandek (jangan terlalu lama) dengan deterjen dan kucek secara perlahan. Kamu bisa juga tambahkan pelembut dan pewangi pakaian.
  2. Jangan kucek pakaian berbahan spandek menggunakan sikat. Hal itu dapat membuat pakaianmu menjadi longgar.
  3. Keringkan bahan spandek dengan cara manual, hindari menggunakan mesin pengering.
  4. Gunakan suhu setrika yang rendah ketika menyetrika pakaian dengan bahan spandek.

Baca Juga: Karakteristik Bahan Scuba, Jenis Pakaian dan Cara Merawatnya

Jaga dan rawat selalu pakaian berbahan spandek dengan cara-cara yang khusus. Nikmati pula hasil perawatan yang lebih optimal di D-Laundry.

Yuk, cobaik sekarang di sini!