Jenis kain waterproof atau anti air pada pakaian bisa ditemukan dalam bentuk jaket, mantel, dan jas hujan. Ketiga jenis pakaian tersebut lah yang berfungsi melindungi tubuh dari tumpahan air ketika musim hujan tiba.

Pakaian waterproof yang melindungi tubuh dari air ini harus tetap nyaman ketika digunakan. Biasanya pakaian waterproof yang berkualitas baik adalah yang mampu membuat penggunanya tidak merasa pengap.

Perawatan yang dapat dilakukan pada jenis kain waterproof pun tidak bisa sembarangan dan disamaratakan. Pasalnya, perawatan setiap pakaian dengan bahan waterproof harus dijalani dengan cara-cara yang berbeda.

Baca Juga: Jenis Jenis Kain Umum Bahan Dasar Pakaian

Lapisan dari jenis kain waterproof

1. Lapisan luar

Merupakan lapisan permukaan dari kain waterproof. Biasanya dibuat dengan bahan dasar nilot atau polyester. Lapisan luar bekerja untuk melindungi kain dari air dalam jangka waktu yang pendek.

2. Membran Laminasi/Coating

Lapisan yang dibuat dengan bahan dasar teflon (ePTFE) atau Polyurethane (PU). Membran laminasi bekerja untuk menahan cipratan air dan sirkulasi udara atau uap yang keluar dari suhu tubuh.

3. Jaringan berlapis

Lapisan terakhir ini tidak hanya terdiri dari satu lapis saja, melainkan terdiri dari tiga lapis kain. Dua lapisan terpisah bekerja untuk melindungi membran yang terbuka.

Pakaian dengan jenis kain waterproof

pakaian waterproof

Pemilihan pakaian dengan bahan waterproof harus dilakukan dengan tepat. Jangan sampai salah memilih tiap jenis bahannya, karena tiap bahan waterproof memiliki fungsi masing-masing.

Beberapa jenis pakaian dengan bahan waterproof kualitas terbaik berdasarkan fungsinya diantaranya, yaitu:

1. Bahan Taslan Baslon

Merupakan bahan yang terbuat dari serat sintesis (polyester). Bahan taslan identik dengan kainnya yang tidak tebal, namun kuat dan tidak mudah sobek. Permukaannya yang lembut menjadikan kain dengan bahan ini cocok digunakan sebagai jaket.

2. Bahan Parasut

Jenis kain parasut memiliki permukaan yang kasar. Bahan ini pun tidak mudah menyerap keringat, jadi sedikit tidak disarankan untuk menggunakannya sebagai pakaian. Dibanding membuat pakaian, bahan parasut ini lebih baik dibentuk menjadi tas waterproof.

3. Bahan Ripstop

Ciri khas dari bahan satu ini adalah permukaannya yang seperti bentuk kotak-kotak. Bahan ripstop cocok dijadikan sebagai bahan jaket, mantel, dan jas.

4. Bahan Gore Tex

Kain gore tex merupakan kain waterproof dengan beberapa lapisan yang sangat halus. Meskipun terdiri dari beberapa lapisan, bahan gore tex ini tidak akan membuat penggunanya merasa kegerahan. Bahan ini dapat dibentuk menjadi jaket, baju olahraga hingga baju astronot.

Baca Juga: 5 Jenis Kain Ramah Lingkungan untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

Kamu punya banyak pakaian dengan bahan waterproof yang kotor di rumah dan bingung cara mencucinya? Cuci di D-Laundry aja! Kamu bisa cobain manfaatnya di sini.

Agina Naomi

About Agina Naomi

Leave a Reply