was successfully added to your cart.

Cart

D-Laundry

Mengenal dengan Mudah Kandungan Deterjen

By August 31, 2020 No Comments
apa isi kandungan deterjen

Tanpa deterjen maka kita tidak akan bisa menghasilkan baju yang bersih sempurna. Selain mampu membersihkan dengan baik, deterjen juga berfungsi memberikan aroma yang sedang pada pakaian.

Sebagai bahan utama dalam membersihkan pakaian, sudah sepantasnya kita mengetahui sekilas mengani kandungan yang ada di dalamnya.

Dilansir dari Badan POM, secara umum deterjen yang kita gunakan untuk mencuci pakaian terdiri dari enam kelompok zat.

Kelompok zat tersebut adalah surfaktan, penguat (builder), pemutih, enzim, pengisi (filler), dan bahan tambahan minor lainnya.

Baca Juga: Kerja Sabun Antiseptik untuk Pakaian Kotor

Kandungan deterjen untuk pakaian

Beberapa kandungan pada deterjen di bawah ini lah yang membantu kita menghasilkan pakaian yang bersih dan wangi. Yuk kenali sekilas.

kandungan deterjen

Surfaktan

Surfaktan memiliki sifat sebagai zat pembasah, zat pengemulsi, dan pendispersi yang dapat membuat deterjen mampu mengangkat kotoran dari kain dan menahan kotoran tersebut tetap berada dalam air cucian.

Deterjen biasanya mengandung beberapa jenis surfaktan, seperti anionik (sabun) dan nonionik (alkohol lemak teretoksilasi).

Penguat (builder)

Builder merupakan komponen kunci yang dapat membantu cara kerja surfaktan agar lebih optimal.

Penguat atau builder ini bekerja dalam mengurangi ion kalsium dan magnesium sehingga deterjen dapat membersihkan dengan baik.

Sodium tripolyphosphate (STPP) merupakan contoh penguat yang banyak digunakan.

STTP juga mampu menjaga kondisi alkali saat mencuci kotoran lemak, mampu melindungi mesin cuci dari karat, dan membantu menahan kotoran tetap dalam air cucian sehingga tidak kembali menempel pada pakaian.

Pemutih (bleaching)

Pemutih berfungsi dalam menghilangkan noda membandel dan menjamin higienitas pakaian dengan membunuh bakteri.

Enzim

Enzim yang ada di kandungan deterjen khususnya adalah protease, lipase, amilase. Kandungan enzim tersebut adalah enzim-enzim katalisator yang mampu menghancurkan beberapa jenis kotoran membandel pada kain.

Pengisi (filler)

Kandungan pengisi ini bekerja untuk menyesuaikan bahan aktif yang terkandung dalam deterjen dengan jumlah atau dosis penggunaan yang dianjurkan. Sebagai contoh, memperbanyak dan memperbesar volume bahan agar produk menjadi lebih ekonomis.

Zat pengisi adalah natrium sulfat yang terkandung pada deterjen bubuk, serta air dan pelarut dalam deterjen cair.

Bahan tambahan lain

Bahan tambahan lain yang ada pada deterjen pakaian tersedia dalam jumlah yang sedikit, beberapa bahan tambahan yang dimaksud adalah:

  • Penstabil enzim
  • Pemutih fluoresen yang meningkatkan tingkat warna putih dari kain dan mencegah kain menguning
  • Antiredeposition agent atau zat pencegah penumpukan kotoran seperti derivat selulosa (karboksimetilselulosa) yang membantu melepaskan kotoran dari kain
  • Antibusa seperti silikon untuk mengatur kadar busa yang dihasilkan sehingga mesin cuci dapat beroperasi dengan baik
  • Parfum atau pewangi
  • Pelembut
  • Pewarna
  • Antibakteri
  • Penghambat karat, contohnya natrium silikat

Bagaimana? Sudah mulai paham bukan kandungan apa saja yang membantu kerja deterjen dalam membersihkan pakaian kita?

Nah, pastikan pula untuk selalu periksa cara pemakaian setiap deterjen yang kamu beli sebelum digunakan untuk mencuci, ya.

Baca Juga: Mengenal Sabun Lerak, si Deterjen Alami yang Ampuh Membersihkan

Kamu bisa juga mencuci pakaian kesayanganmu di D-Laundry dengan harga terjangkau, mudah, dan cepat. Yuk cobain di sini.

Agina Naomi

About Agina Naomi